KAJIAN ILMIAH NASAB PARA HABIB BA'ALAWI TIDAK MENENTANG NASAB LELUHUR WALI SONGO

kajian ilmiah & adu hujjah nasab terkait keabsahan silsilah para Habaib Ba’alwy muasal Yaman yg sedang viral di media sosial,

Warta Batavia - Masyarakat umum mengenal silsilah leluhur para Walisongo sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Jalur silsilah yang paling dikenal adalah melalui garis keturunan Azmatkhan Ba'alawy dari Yaman. Namun, perlu diklarifikasi bahwa saat ini Naqib Alawiyyin Internasional mengklasifikasikan Walisongo beserta keturunannya bukan melalui jalur Azmatkhan Ba'alawy, melainkan melalui versi sanad nasab yang berbeda.

Oleh karena itu, kajian ilmiah dan perdebatan mengenai keabsahan nasab para Habaib Ba'alawy yang berasal dari Yaman, yang saat ini menjadi viral di media sosial, bagi pihak yang memahami silsilah Walisongo berdasarkan klasifikasi Naqib Internasional, bukanlah sebuah gugatan terhadap leluhur keluarga Walisongo. Terdapat indikasi distorsi sejarah dan pengkaburan silsilah leluhur Walisongo oleh oknum Habib Ba'alawy dari Yaman di masa lalu.

Dalam sejarah yang dikenal luas di Nusantara, leluhur Wali Nusantara tidak semuanya berasal dari Yaman. Sebagian leluhur tersebut terindikasi berasal dari Maghribi/Maroko, dibuktikan dengan banyaknya penggunaan gelar Maulana Maghribi (bukan Maulana Yamani ataupun Maulana Al Hadhrami). Terdapat pula leluhur yang berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah, terindikasi dari penggunaan gelar Asmarakandi pada ayah Sunan Ampel dan penggunaan gelar Makhdum, yang merupakan gelar bagi zuriah Ahlul Bait Nabi yang umum digunakan di Asia Tengah. Keluarga Walisongo secara jelas tidak menggunakan gelar Habib, sebagaimana yang lazim digunakan oleh keluarga Ba'alawy dari Yaman.


𝗞𝗔𝗝𝗜𝗔𝗡 𝗜𝗟𝗠𝗜𝗔𝗛 𝗡𝗔𝗦𝗔𝗕 𝗛𝗔𝗕𝗔𝗜𝗕 𝗕𝗔'𝗔𝗟𝗪𝗬, 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞𝗟𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗡𝗧𝗔𝗡𝗚  𝗡𝗔𝗦𝗔𝗕 𝗟𝗘𝗟𝗨𝗛𝗨𝗥 𝗞𝗘𝗟𝗨𝗔𝗥𝗚𝗔 𝗪𝗔𝗟𝗜𝗦𝗢𝗡𝗚𝗢

Dalam konteks gelar Makhdum, terdapat contoh pada Walisongo seperti Sunan Bonang Makhdum Ibrahim dan Syarif Hidayatullah Sunan Makhdum Gunung Jati. Jalur keturunan yang berasal dari Maroko meliputi Sunan Giri dan Sunan Kudus. Berdasarkan data Serat Walisana yang dikolaborasikan dengan data Malaka dan Naqib Maroko, jalur ini menunjukkan turunan dari kabilah Al Jailani Al Hasani dan telah mendapatkan isbat nasab dari Naqib Internasional di Maroko, Irak, dan Turki.

Sementara itu, jalur keturunan yang berasal dari Uzbekistan, Asia Tengah, sesuai dengan data Keprabon Cirebon, bernasab melalui jalur Al Kazhimi Al Husaini. Jalur ini telah diakui, namun untuk detail sanadnya masih dalam proses isbat Naqib Internasional melalui Naqib Hasyimiyyun Turki.

Di Cirebon, terdapat beragam versi data silsilah leluhur Sunan Gunung Jati. Para peneliti nasab dari keluarga Walisongo melakukan penelitian, bahkan menggunakan perbandingan hasil tes DNA dari sampel keturunan melalui Peta Migrasi Leluhur, guna menguji keabsahan versi silsilah yang ada.

Penggunaan tes DNA untuk meneliti keabsahan silsilah jalur Alawiyyin secara internasional juga telah dilaksanakan oleh Naqib Yordania dan Naqib Mesir. Dengan demikian, penelitian nasab yang membandingkan data hasil tes genetik dengan data tertulis, yang dilakukan oleh peneliti dari kalangan keluarga Walisongo yang tergabung dalam organisasi NAAT (Naqobah Ansab Auliya Tis'ah), telah memenuhi kaidah ilmiah ilmu nasab internasional.

Silsilah yang dianggap paling sahih oleh para peneliti untuk jalur leluhur Sunan Ampel dan Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati adalah yang melalui jalur Al Kazhimi Al Husaini, sesuai dengan data yang dipelihara oleh Keprabon Cirebon.

Hasil penelitian DNA menunjukkan peta migrasi khusus yang sinkron dengan kode genetik sampel keturunan Sunan jalur Al Husaini. Peta migrasi ini meliputi perjalanan dari Hijaz ke Irak, Iran, Uzbekistan Asia Tengah, India/Pakistan, dan selanjutnya ke Nusantara.

Peta migrasi tersebut menunjukkan ketidaksesuaian dengan silsilah Walisongo versi Azmatkhan Ba'alawy dari Yaman. Versi tersebut mengindikasikan perpindahan dari Irak menuju Yaman terlebih dahulu (arah barat daya), kemudian ke India (arah timur), lalu ke Nusantara.

Oleh karena itu, versi silsilah leluhur Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel jalur Al Kazhimi Al Husaini terbukti bersesuaian dengan peta migrasi leluhur berdasarkan sampel keturunan Walisongo yang diuji DNA, sehingga disimpulkan lebih sahih. Sampel DNA trah Walisongo, alhamdulillah, juga terbukti sebagai turunan ahlul bait Nabi melalui penemuan kode mutasi genetik/SNP dari kode Ahlul Bait Nabi.

Wallahu a’lam

Ditulis ulang berdsarkan tulisan R. Tb. M. Nurfadhil Satya Tirtayasa, S.Sos, M.A. (Ketua Umum Robithoh Babad Kesultanan Banten)

LihatTutupKomentar